Minggu, 22 Desember 2013

LAPORAN PENDAHULUAN MENINGITIS


DEFINISI

Inflamasi yang terjadi pada lapisan arachnoid, piameter dan spinal cord yang disebabkan organisme seperti: bakteri, virus, protozoa dan jamur. (Donna, 1999)

Meningitis bacterial adalah Inflamasi pada lapisan arachnoid atau piameter. Infeksi menyebar sampai subarachnoid melalui CSF, spinal cord dan biasanya juga mengenai ventrikel.
(Black & Matassarin, 1997)

Meningitis adalah radang pada meningen ( membrane yang mengelilingi otak dan medulla spinalis ) dan disebabkan olleh virus, bakteri atau organ – organ jamur. ( Brunnar and Suddart 2002 )

KLASIFIKASI MENINGITIS

1.      Meningitis Bakterial (Meningitis sepsis)
Sering terjadi pada musim dingin, saat terjadi infeksi saluran pernafasan. Jenis organisme yang sering menyebabkan meningitis bacterial adalah streptokokus pneumonia dan neisseria meningitis.
Meningococal meningitis adalah tife dari meningitis bacterial yang sering terjadi pada daerah penduduk yang padat, spt: asrama, penjara.
Klien yang mempunyai kondisi spt: otitis media, pneumonia, sinusitis akut atau sickle sell anemia yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadi meningitis. Fraktur tulang tengkorang atau pembedahan spinal dapat juga menyebabkan meningitis. Selain itu juga dapat terjadi pada orang dengan gangguan sistem imun, spt: AIDS dan defisiensi imunologi baik yang congenital ataupun yang didapat.

2.      Meningitis Virus (Meningitis aseptic)
Meningitis virus adalah infeksi pada meningin; cenderung jinak dan bisa sembuh sendiri. Virus biasanya bereflikasi sendiri ditempat terjadinya infeksi awal (misalnya sistem nasofaring dan saluran cerna) dan kemudian menyebar kesistem saraf pusat melalui sistem vaskuler.
Ini terjadi pada penyakit yang disebabkan oleh virus spt: campak, mumps, herpes simplek dan herpes zoster.
Virus herpes simplek mengganggu metabolisme sel sehingga sell cepat mengalami nekrosis. Jenis lainnya juga mengganggu produksi enzim atau neurotransmitter yang dapat menyebabkan disfungsi sel dan gangguan neurologic.

3.      Meningitis Jamur
Meningitis Cryptococcal adalah infeksi jamur yang mempengaruhi sistem saraf pusat pada klien dengan AIDS. 
Respon inflamasi yang ditimbulkan pada klien dengan menurunnya sistem imun antara lain: bisa demam/tidak, sakit kepala, mual, muntah dan menurunnya status mental.

ETIOLOGI
Etiologi dapat dikelompokkan sesuai dengan klasifikasi meningitis:
1.      Bakteri
a.       Haemophilus influenza
b.      Neisseria meningitis (meningococcal)
c.       Diplococcus pneumonia (pneumococcal)
d.      Streptococco, group A
e.       Staphylococus aureus
f.       Escherichia coli
g.      Kliebsiela
h.      Proteus
i.        Pseudomonas
2.      Virus
a.       Abses otak
b.      Encephalitis
c.       Limfoma
d.      Leukemia atau darah diruang subarachnoid
3.      Jamur


Faktor predisposisi dari meningitis bacterial:
1.      Trauma kepala
2.      Infeksi sistemik
3.      Infeksi post operasi
4.      Infeksi meningeal
5.      Gangguan anatomic
6.      Penyakit sistemik lainnya

TANDA DAN GEJALA
a.       Sakit kepala dan demam, nyeri punggung, kaku leher
b.      Mual, muntah
c.       Perubahan tingkat kesadaran
d.      Rigiditas nukal
e.       Tanda kernig positif
f.       Tanda babinski positif
g.      Fotofobia
h.      Kejang dan peningkatan TIK
i.        Ruam pada kulit




PATOFISIOLOGI


                              Organisme (Bakteri, virus, jamur dan protozoa)
                                                            ¯ (masuk melalui)

                        Trauma, prosedur pembedahan atau ruptur abses otak
                                                            ¯ (melalui aliran darah)

                                                Central Nervus Sistem
                                                            ¯
                        Respon inflamasi di piameter, arachnoid, CSF dan ventrikel
                                                            ¯
                                             Eksudat terbentuk
                                                            ¯
                            Menyebar keseluruh cranial dan saraf spinal
                                                            ¯
                                          Kerusakan Neurologik


Ketika organisme patogen masuk ke subarachnoid terjadi reaksi inflamasi :
1.      Cairan Cerebrospinal mengalami kekeruhan
2.      Terbentuk eksudat
3.      Perubahan pada arteri subarachnoid, termasuk engorgement with blood, ruptur dan trombosis
4.      Kongesti jaringan sekitarnya
KOMPLIKASI
a.       Shock
b.      Gangguan koagulasi
c.       Komplikasi septic ( Bacterial endocarditis)
d.      Demam yang terus menerus

PENATALAKSANAAN
a.       Kaji tanda vital dan cek status neurologis setiap 2-4 jam sesuai indikasi
b.      Kaji fungsi saraf dengan melihat saraf cranial III, IV, VI, VII, dan VIII dan monitor perubahannya
c.       Managemen nyeri dengan obat atau tanpa obat-obatan
d.      Berikan intervensi untuk mengobati atau mencegah peningkatan TIK.
e.       Berikan obat-obatan sesuai indikasi:
-          Antimikroba : Penisilin, ampisilin, kloramfenikol
-          Untuk dehidrasi dan syok : Berikan tambahan volume cairan
-          Kejang : Diazepam, fenitoin
-          Edema serebral : Diuretik osmotic (manitol)
f.       Lindungi klien dari injury pada saat timbul serangan


PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

Analisa CSS dari fungsi lumbal:
q  Meningitis Bakterial :
Tekanan meningkat, cairan keruh/ berkabut, jumlah sel darah putih dan protein meningkat, glukosa menurun, kultur (+) beberapa jenis bakteri
q  Meningitis Virus
Tekanan bervariasi, SCC biasanya jernih, sel darah putih meningkat, glukosa dan protein biasanya normal, kultur biasanya (-), kultur virus biasanya hanya dengan prosedur khusus

Glukosa serum           : Meningkat

LDH Serum                :  Meningkat (pada meningitis bakteri)          

Sel darah putih           : sedikit meningkat dengan peningkatan neutropil (infeksi bakteri)
Elektrolit darah          : Abnormal
ESR/ LED                  :  Meningkat
Kultur darah/ hidung/ tenggorok/ urine : dapat mengindikasikan daerah pusat infeksi atau mengindikasikan tipe penyebab infeksi
MRI/ CT Scan            : Dapat membantu melokalisasi lesi,melihat ukuran/ letak ventrikel; hematom daerah serebral, hemoragik atau tumor
EEG    : Mungkin terlihat gelombang lambat secara fokal atau umum (ensefalitis) atau voltasenya meningkat (abses)
Rontgen dada, kepala dansinus : Mungkin ada indikasi infeksi atau sumber infeksi intrakranial
Arteriografi karotis : Letak abses
   
PengkAjian Keperawatan
q  AKTIVITAS/ ISTIRAHAT
Gejala        ¨ perasaan tidak enak
                  ¨ keterbatasan yang ditimbulkan oleh kondisinya
Tanda        ¨ ataksia, masalah berjalan, kelumpuhan, involunter, kelemahan secara umum,   
    keterbatasan dalam rentang gerak
                  ¨ hipotermia

q  SIRKULASI
Gejala        ¨ ada riwayat kardiopatologi, seperti endokarditis, beberapa penyakit jantung   
    congenital (abses otak)
Tanda        ¨ jekanan darah meningkat, nadi menurun, tekanan nadi berat (berhubungan
    dengan  peningkatan  TIK dan pengaruh pada pusat vasomotor)
¨ Takikardia, disritmia (pada fase akut) seperti disritmia sinus pada meningitis
q  ELIMINASI
Tanda        ¨ Adanya inkontinensia dan/ retensi

q  MAKANAN/ CAIRAN
Gejala        ¨ Kehilangan nafsu makan
                  ¨ Kesulitan menelan (pada periode akut)
Tanda        ¨ Anoreksia, muntah
                  ¨ Turgor kulit jelek, membran mukosa kering

q  HIGIENE
Tanda        ¨ Ketergantungan terhadap semua kebutuhan perawatan diri (pada periode akut)

q  NEUROSENSORI
Gejala        ¨ Sakit kepala (mungkin merupakan gejala pertama dan biasanya keras
¨ Parestesia, terasa kaku  pada semua persyarafan yang terkena, kehilangan sensasi (kerusakan pada saraf cranial). Hiperalgesia/ meningkatnya sensitivitas pada nyeri (meningitis), timbul kejang (meningitisbakteri)
                  ¨ Gangguan pada penglihatan seperti diplopia(fase awal dari beberapa infeksi)
                  ¨ Foto fobia
                  ¨ Ketulian atau mungkin hipersensitif terhadap kebisingan
                  ¨ Adanya halusinasi penciuman/ sentuhan
Tanda         ¨ Status mental/ tingkat kesadaran; letargi sampai kebingungan yang berat hingga koma, delusi dan halusinasi/psikosis organic
                  ¨ Kehilangan memori, sulit mengambil keputusan (merupakan awal gejala     
                      berkembangnya hidrosefalus komunikan yang mengikuti meningitis bacterial)
¨ Afasia/ kesulitan dalam berbicara
¨ Mata (ukuran/ reaksi pupil), unisokor atau tidak berespon terhadap cahaya
    (peningkatan TIK) nistagmus (bola mata bergerak-gerak terus menerus)
¨ Ptosis, Karakteristik fasial (wajah); perubahan pada fungsi motorik dan sensorik
    (syaraf cranial V dan VII terkena)
¨ Kejang umum atau local (pada abses otak), kejang lobus temporal. Otot
    mengalami hipotonia/ flaksid  paralysis (pada fase akut meningitis), spastik
    (ensefalitis)
¨ Hemiparese/ hemiplegi (meningitis / ensefalitis)
¨ Tanda Brudzinski (+) dan atau tanda kernig (+) merupakan indikasi adanya         iritasi meningeal (fase akut)
¨ Rigiditas nukal (iritasi meningeal)
¨ Refleks tendon dalam terganggu, Babinski (+)
¨ Refleks abdominal menurun/ tidakl ada, refleks kremastetik hilang pada laki-
    laki(meningitis)

q  NYERI/ KENYAMANAN
Gejala        ¨  Sakit kepala(berdenyut dengan hebat, frontal) mungkin akan diperburuk oleh
                       ketegangan leher/ punggung yang kaku, nyeri pada gerakan okuler,  
                      fotosensitivitas, sakit, nyeri tenggorok
Tanda        ¨ Tampak terus terjaga, prilaku distraksi/ gelisah. Menangis, mengaduh,
                      mengeluh
q  PERNAFASAN
Gejala        ¨ Adanya riwayat infeksi sinus atau paruu (abses otak)
Tanda        ¨ Peningkatan kerja awal (fase awal)
¨ Perubahan mental (letargi sampai koma) dan gelisah


q  KEAMANAN
Gejala        ¨  Adanya riwayat infeksi saluran nafas/ infeksi lain meliputi mastoiditis, telinga
                       tengah, sinus, abses gigi, infeksi pelvis, abdomen atau kulit; pungsi lumbal,
                       pembedahan, fraktur pada tengkorak/ cedera kepala, anemia sel sabit
¨  Imunisasi yang baru terpajan pada meningitis, terpajan oleh campak, chicken fox, herpes simplek, mononucleosis, gigitan binatang, benda asing yang terbawa
¨  Gangguan penglihatan/ pendengaran
      Tanda        ¨  Suhu meningkat, diaforesis, menggigil
                        ¨  Adanya ras, purpuramenyeluruh, perdarahan subcutan
¨      Kelemahan secara umum, tonus otot flaksid atau spasti, paralisih atau paresis
¨      Gangguan sensasi

q  PENYULUHAN/PEMBELAJARAN
      Gejala        ¨ Hipersensitif terhadap obat, masalah medis sebelumnya, spt: penyakit kronis,  
                            alkoholisme, diabetes militus, splenektomi, implantasi pirau ventrikel
      Pertimbangan  rencana pemulangan :
¨      Mungkin membutuhkan bantuan pada semua bidang, meliputi perawatan diri dan  
      mempertahankan tugas/pekerjaan rumah
                       
 
PRIORITAS MASALAH KEPERAWATAN
1.      Risiko tinggi terhadap penyebaran infeksi
2.      Risiko tinggi terhadap perubahan perfusi jaringan serebral
3.      Risiko tinggi terhadap trauma
4.      Nyeri
5.      Kerusakan mobilitas fisik
6.      Perubahan persepsi sensori
7.      Ansietas/ketakutan
Kurang pengetahuan mengenai penyebab infeksi dan kebutuhan pengobatan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar